Menkumham Ancam Polisikan George Junus PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Harian Bangsa   
Senin, 28 Desember 2009 13:14
Surabaya-HARIAN BANGSA
Buku 'Membongkar Gurita Cikeas karangan George Junus Aditjondro menuai Kontroversial. Menkumham Patrialis Akbar pun mengancam akan mempolisikan George.
"Selama tulisan itu tidak benar dan ada kaitannya mencemarkan nama baik atau memfitnah orang lain, tentu pertanggungjawabannya secara hukum. Pemerintah saat ini sedang mempelajari isi buku itu," tegasnya saat ditemui dalam acara PAN Jatim di Hotel Shangri-La Surabaya, Minggu (27/12) petang.
Patrialis yang juga Ketua DPP PAN ini mengaku belum membaca buku tersebut. Namun dirinya meragukan kebenaran atau validitas dari buku yang berjumlah 183 halaman itu. "Pemerintah saat ini belum ada upaya untuk menarik buku itu," imbuhnya.
Sementara itu, Menko Perekonomian Hatta Rajasa yang juga mantan Ketua Tim Sukses SBY saat pilpres mengatakan, yayasan yang dituduhkan menerima aliran dana Century harus berani menjelaskan atau mengkonternya.
"Buktikan hal itu tidak mengandung suatu kebenaran. Yang bersangkutan itu harus menjelaskan. Saya belum membaca buku itu. Tetapi, saya mengetahui Yayasan Ratna Mutumanikam itu kan bergerak untuk memberdayakan para perajin, tidak ada sama sekali hubungannya dengan upaya mencari dana-dana," pungkas Hatta.
Sejak menjadi kontroersi, buku ‘Membongkar Gurita Cikeas’ mulai kemarin hilang dari pasaran. Bahkan ada tudingan toko buku takut menjual buku tersebut karena bakal jadi masalah.
Banyak yang menyesalkan penarikan buku 'Membongkar Gurita Cikeas' karangan George Junus Aditjondro. Padahal isi buku ini sedikit banyak mengungkap siapa sebenarnya Presiden SBY dibalik kesantunannya itu.
"Buku karangan Aditjondro ini saya lihat menjelaskan secara gamblang kepada publik bahwa Presiden yang terlihat santun, jaim, ternyata punya dosa-dosa yang mengejutkan. Ini penting bagi rakyat agar tidak terlena dan tahu siapa pemimpinnya yang sebenarnya," tutur Juru bicara Komite Bangkit Indonesia (KBI) Adhie Massardi usai diskusi 'Refleksi dan Evaluasi Rapot Pemerintahan SBY-Boediono, di Jakarta, Minggu (27/12).
Adhie menuturkan sudah banyak sekali kebohongan yang ditutupi oleh SBY melalui politik pencitraannya. Salah satu hal yang mudah ditebak adalah mengenai harta kekayaan yang diakui hanya berjumlah Rp 7 miliar. Padahal Adhie yakin rumah SBY di Cikeas saja harganya bisa mencapai Rp 15 miliar.
"Saya memang belum membaca buku tersebut, namun kalau sudah mengarah ke penarikan buku dari peredaran seharusnya itu tidak perlu," imbuh Adhie.
Adhie yang juga mengatakan bahwa buku merupakan sebuah karya intelektual yang seharusnya diapresiasikan secara intelektual juga. "Buku itu kan karya intelektual, maka harus dibalas secara intelektual juga. Kalau SBY mau membantah buku tersebut, harusnya SBY bikin saja buku tandingan," pungkas Adhie.
George Junus Aditjondro kepada wartawan, Minggu (27/12) mengungkapkan, buku “Membongkar Gurita Cikeas: Di Balik Skandal Bank Century” salah satunya berisi pembahasan mengenai oligarki kekuasaan yang terbangun di seputar lingkaran kekuasaan SBY. Tak heran jika buku ini memantik kontroversi dan menghilang dari peredaran.
"Gurita Cikeas maksudnya oligarki kekuasaan yang terbangun di lingkaran kekuasaan SBY," terang George Junus Aditjondro.
George menjelaskan, lingkaran kekuasaan yang dimaksud adalah tiga komponen penyokong kekuasaan SBY. Yakni para menteri atau pejabat, pengusaha, dan keluarga.
Tiga komponen ini, lanjut George, memiliki kontribusi besar dalam kemenangan SBY pada Pemilu 2009. Sedangkan skandal kasus Bank Century yang dipakai sebagai sub judul, hanya sebagai salah satu contoh kasus kecil pengguliran dana kampanye untuk SBY.
"Isi buku juga mengulas kemenangan Pemilu yang penuh pelanggaran hukum. Parpol tak semuanya bersih, kemenangan didukung money politic dan dana asing," ungkap dia.
Sementara itu, Presiden menyatakan prihatin atas terbitnya buku yang isinya menuding sejumlah yayasan milik keluarga Cikeas sebagai pengumpul dana bagi kegiatan kampanye SBY pada Pilpres lalu.
Juru Bicara Presiden SBY Julian Aldrin Pasha mengatakan, dalam buku tersebut terdapat fakta yang tidak akurat. Namun pihak SBY belum menentukan langkah hukum terkait peredaran buku "Membongkar Gurita Cikeas: Di Balik Skandal Bank Century".
George Junus Aditjondro selama ini dikenal sebagai penulis kontroversi yang mengungkap skandal korupsi di lingkaran kepresidenan. Pada tahun 2006, dia menulis buku "Reproduksi Oligarki Berkaki Tiga: Istana, Tangsi dan Partai Penguasa", sehingga sempat dicekal oleh rezim Soeharto kala itu.


LAST_UPDATED2
 
Gus Dur dan Siklus 100 Tahunan

Senin, 17 Mei 2010

article thumbnailHINGGA kini, mungkin publik belum tahu mengapa Gus Dur sering melawan arus sehingga terkesan kontroversial. Bapak demokrasi-pluralisme itu bahkan sering pasang badan ketika memperjuangkan...
Selengkapnya

Dikhawatirkan Ada Peziarah Lemah Iman

Kamis, 15 Juli 2010

article thumbnailApa tidak mungkin di antara jamaah peziarah itu masih ada yang lemah iman? Masih doyan mistik, sering ke dukun, hobi kemeyan sehingga peluang musyrik bisa saja terjadi saat peziarah ada di hadapan...
Selengkapnya

Tidak Jamin Masuk Surga

Selasa, 11 Agustus 2009

article thumbnailSeorang pemuda, ahli amal ibadah datang ke seorang Sufi. Sang pemuda dengan bangganya mengatakan kalau dirinya sudah melakukan amal ibadah wajib, sunnah, baca...
Selengkapnya