Tiga Gereja di Malaysia Dibakar PDF Cetak E-mail
Sabtu, 09 Januari 2010 14:16
Kuala Lumpur-HARIAN BANGSA
Tiga gereja di Malaysia dibakar oleh sekelompok orang. Kepolisian Malaysia saat ini tengah menyelidiki tiga kasus pembakaran gereja di Klang Valley pada Jumat, 8 Januari pagi waktu setempat.
Serangan tersebut menyebabkan gereja-gereja itu mengalami kerusakan. Tak ada korban dalam insiden tersebut.
Akibat aksi pembakaran tersebut, personel polisi dikerahkan untuk berpatroli di sekitar gereja-gereja. Demikian disampaikan Inspektur Jenderal Kepolisian Malaysia Tan Sri Musa Hassan.
"Personel polisi juga akan berpatroli di gereja-gereja seluruh negeri, khususnya di Klang Valley, untuk mencegah insiden-insiden buruk," ujar petinggi kepolisian negeri jiran itu seperti dilansir harian Malaysia, The Star, Jumat (8/1).
Ketiga gereja yang dibakar itu adalah Metro Tabernacle Church di Desa Melawati, gereja Assumption Church di Jalan Templer dan gereja Life Tabernacle Church, keduanya di Petaling Jaya.
Serangan terhadap gereja-gereja tersebut terjadi menjelang rencana aksi protes oleh kaum muslim. Mereka akan memprotes putusan Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur yang menolak larangan bagi warga nonmuslim menggunakan kata "Allah" dalam literatur mereka. Larangan tersebut telah berlangsung selama 3 tahun.
Putusan pengadilan pada 31 Desember 2009 tersebut telah menimbulkan kemarahan banyak umat muslim di Malaysia. Komentar-komentar bernada kebencian dan ancaman terhadap umat Kristen banyak diposting di internet. Namun ini kali pertama kontroversi tersebut berubah menjadi destruktif dengan serangan terhadap gereja-gereja.
Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Tun Razak mengutuk serangan terhadap tiga gereja di negeri itu.
"Saya mengutuk tindakan tersebut karena itu akan menghacurkan keharmonisan negara kita," kata Razak pada wartawan, Jumat (8/1).
"Pemerintah akan mengambil langkah-langkah apapun yang bisa mencegah tindakan-tindakan tersebut," tegas pemimpin negeri jiran itu.
Dikatakan Najib, dirinya telah memerintahkan kepala kepolisian nasional untuk meningkatkan pengamanan di gereja-gereja dan tempat-tempat ibadah lainnya.
Sejumlah figur publik di Malaysia juga mengutuk aksi pembakaran terhadap tiga gereja pada Jumat, 8 Januari pagi waktu setempat.
Ketua Pemuda Umno Khairy Jamaluddin mengatakan, ini hari yang buruk bagi Malaysia. "Ini perbuatan tercela. Ini bukan Malaysia yang saya kenal," cetus Khairy. Dia mendesak polisi untuk bertindak tegas.
Kecaman juga disampaikan Mentri Besar Selangor Tan Sri Khalid Ibrahim yang berkunjung ke Assumption Church, salah satu gereja yang menjadi target serangan. "Saya minta polisi memberikan perlindungan pada semua gereja dan melakukan investigasi menyeluruh atas serangan di Assumption Church," katanya.
Khalid juga bersyukur karena otoritas gereja telah menjamin bahwa mereka tidak akan bereaksi atas serangan tersebut.

Protes Berjalan Damai


Protes umat muslim Malaysia yang menentang keluarnya izin penggunaan kata 'Allah' bagi warga nonmuslim berakhir dengan damai. Tidak ada tanda-tanda kericuhan dalam protes yang berlangsung hingga sore hari di negeri jiran tersebut.
Protes dipusatkan pada tiga masjid besar di Malaysia. Aksi pertama berlangsung di Masjid Nasional di Kuala Lumpur. Usai salat Jumat, 200 jemaah langsung berkumpul di halaman masjid untuk menyuarakan keprihatinannya. Protes ini berlangsung damai, mungkin dikarenakan sebagian besar jamaah lansung pulang saat Salat Jumat selesai.
Sementara aksi serupa juga berlangsung di Masjid Jamek, Kampung Baru. Seperti halnya di Masjid Nasional, protes ini hanya diikuti sebagian jemaah. Sementara sisanya langsung pulang meninggalkan masjid.
Dalam protes ini pemuka agama setempat mengumpulkan petisi yang isinya menolak izin bagi warga nonmuslim menggunakan kata 'Allah'. Di sela-sela protesnya, pemuka agama tersebut sempat mengecam peristiwa pembakaran tiga gereja yang terjadi sebelumnya di Petaling Jaya.
Di Masjid Shah Alam, Selangor, para pendemo justru melayangkan kekesalan mereka kepada Menteri Besar Selangor, Khalid Ibrahim dan Anggota Parlemen Malaysia dari partai PAS, Khalid Samad. Kedua sosok tersebut dianggap sebagai pengkhianat karena membiarkan izin penggunaan 'Allah' diterbitkan. Pendemo bahkan ada yang menginjak-injak foto dari Khalid Ibrahim.
Polemik penggunaan kata 'Allah' terus memanas usai Pengadilan Tinggi Malaysia mengeluarkan izin bagi warga nonmuslim pekan lalu. Pengadilan tinggi memutuskan jika pihak nonmuslim khususnya kalangan gereja Katolik, diperbolehkan menggunakan kata 'Allah' sebagai pengganti 'Tuhan'.
Keputusan ini membuat warga Malaysia yang mayoritas beragama Islam menjadi berang. Mereka menilai, kata 'Allah' hanya boleh digunakan oleh umat muslim Malaysia. Sementara Perdana Menteri Malaysia Najib Razak meminta rakyatnya untuk tetap tenang dan menyerahkan segalanya kepada hukum yang berlaku di Malaysia.  (rol/okz)
 
Gus Dur dan Siklus 100 Tahunan

Senin, 17 Mei 2010

article thumbnailHINGGA kini, mungkin publik belum tahu mengapa Gus Dur sering melawan arus sehingga terkesan kontroversial. Bapak demokrasi-pluralisme itu bahkan sering pasang badan ketika memperjuangkan...
Selengkapnya

Dikhawatirkan Ada Peziarah Lemah Iman

Kamis, 15 Juli 2010

article thumbnailApa tidak mungkin di antara jamaah peziarah itu masih ada yang lemah iman? Masih doyan mistik, sering ke dukun, hobi kemeyan sehingga peluang musyrik bisa saja terjadi saat peziarah ada di hadapan...
Selengkapnya

Tidak Jamin Masuk Surga

Selasa, 11 Agustus 2009

article thumbnailSeorang pemuda, ahli amal ibadah datang ke seorang Sufi. Sang pemuda dengan bangganya mengatakan kalau dirinya sudah melakukan amal ibadah wajib, sunnah, baca...
Selengkapnya