|
Aceh Besar-HARIAN BANGSA Aksi tembak menambak antara polisi dengan para teroris kembali terjadi kemarin siang di Aceh Besar, tepatnya hanya berjarak 100 meter dari Mapolsek Leupueng. Aksi tembak menembak itu sendiri bak film laga yang sering ditayangkan televisi.
Akibat insiden itu, dua orang dari kelompok teroris tewas, sedangkan delapan orang lainnya kini telah diamankan di Mapolda Aceh. Penangkapan tersebut berawal dari kecurigaan aparat terhadap mobil umum L-300 yang ditumpangi pelaku. Saat dihentikan di Desa Meunasah Mesjid, Kecamatan Leupung, tepatnya 100 meter dari Mapolsek setempat, dua penumpang lari sambil melepaskan tembakan. Tapi, tembakan tersebut tidak mengenai sasaran. Sebaliknya aparat terus melakukan tembakan balasan, sehingga terjadi baku tebak yang akhirnya menewaskan dua orang dari kelompok teroris. Para teroris tersebut yang menyewa L-300 seharga Rp1,2 juta ingin ke Calang, Kabupaten Aceh Jaya. Mereka berangkat dari terminal Lambaro, Kabupaten Aceh Besar. Dua jenazah yang diduga kelompok jaringan teroris yang tewas dalam baku tembak di Leupueng, Kecamatan Leupueng, Kabupaten Aceh Besar, langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Bangkaya, Banda Aceh. Dari identifikasi sementara, kedua jenazah tersebut masing-masing bernama Pura Sudarman dan Encang Kurnia. Sementara, enam orang lainnya yang berhasil ditangkap kini sudah dibawa ke Mapolda Aceh. Pada baku tembak tersebut, aparat juga berhasil menyita enam pucuk senjata milik kelompok tersebut, yakni lima pucuk senjata laras panjang (M-16 tiga pucuk dan Ak-47 dua pucuk) dan satu pistol jenis glock, serta 25 magazin dan uang Rp15 juta. Sementara itu, pascainsiden baku tembak, Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf didampingi Wakapolda Aceh, Kombes Pol Surya Darma dan Kasdam Iskandar Muda, Brigjen TNI Hari Purnomo menuju lokasi kejadian dan mengunjungi Polsek Leupueng. Gubernur Irwandi Yusuf menyatakan, para korban yang berhasil dilumpuhkan itu adalah kelompok teroris yang selama ini dikejar pihak keamanan. Dikatakan, kelompok teroris itu menganggap seolah-olah masyarakat Aceh menerima kehadiran mereka. Tapi, sebenarnya masyarakat Aceh tidak menerima kahadiran teroris, katanya. Suasana di Leupueng kini sudah mulai normal kembali, para pedagang sudah membuka dagangannya. Arus transportasi dari dan ke Banda Aceh-Calang, kini sudah lancar.
Berikut nama-nama orang yang dibekuk: 1. Encang Kurnia alias Jajang alias Umar Yusuf asal Bandung Jawa Barat(tewas) 2. Pura Sudarma alias Muttaqin asal Lampung (tewas) 3. Mahfud 4. Ade Munadi 5. Yunus alias Ambong 6. Gema alias Khaidir 7. Taufik 8. Hendra Ali 9. Ibnu Sina 10. Abu Baro
|