Fakta Menarik Tanaman Porang!

Tumbuhan Porang kadang disebut tumbuhan iles. Tanaman porang, dikutip dari Wikipedia, merupakan tanaman penghasil umbi-umbian yang tentunya dapat dima

Fakta tanaman Porang

Tumbuhan Porang kadang disebut tumbuhan iles. Tanaman porang, dikutip dari Wikipedia, merupakan tanaman penghasil umbi-umbian yang tentunya dapat dimanfaatkan sebagai bahan olahan makanan. Selain itu, tanaman dari genus Konjak termasuk dalam genus Konjak.

Fakta Menarik Tanaman Porang!

Selain itu, tumbuhan Porang memiliki fakta tersembunyi yang jarang diketahui banyak orang. Untuk lebih jelasnya akan kami uraikan fakta tentang tumbuhan Porang.
  • Tumbuhan porang termasuk ke dalam tumbuhan Talas Talasan atau kadang disebut sebagai anggota genus Amorphophallus.
  • Di masa lalu, tanaman porang dianggap tanaman liar dan sering dianggap makanan ular. Namun kini, Porang di budidayakan oleh petani karena permintaan ekspor yang terus meningkat.
  • Budidaya porang tidak terlalu rumit karena tanaman ini tidak memerlukan perawatan khusus. Selain itu, tanaman porang mudah tumbuh di berbagai kondisi tanah, bahkan di tanah kritis.
  • Saat ini dikenal tujuh spesies tumbuhan kutub, antara lain Amorphophallus Muelleri, Amorphophallus Oncophyllus, Amorphophallus Campanulatus, Amorphophallus Titanium, Amorphophallus Variabilis, Amorphophallus Decus Silvae, dan Amorphophallus Spectabilis.
  • Pabrik Porang sudah ada sejak pendudukan Jepang dan sering digunakan sebagai bahan logistik pangan. Namun sayang, para petani zaman dahulu tidak mengetahui manfaat sebenarnya dari Porang.
  • Indonesia merupakan eksportir besar Porang karena banyak negara asing yang membutuhkan tanaman Porang. Negara tujuan antara lain Jepang, China, Vietnam hingga Australia.
  • Menurut Solopos, harga umbi porang basah berkisar antara 4.000 hingga 15.000. Setelah umbi porang menjadi keripik, harganya menjadi Rp55.000-65.000. Selain itu, harga polen jauh lebih tinggi jika diolah menjadi tepung, yakni bisa mencapai 300.000 per kilogram.
  • Panen Porang berlangsung lebih dari 6 bulan setelah berakhirnya musim kemarau.
  • Kabupaten Madiun merupakan penghasil Porang terbaik karena kualitasnya yang sangat baik. Selain itu, bibit Porang Madiun sudah mendapat izin dari pemerintah.
  • Secara historis, tanaman porang berasal dari India dan Sri Lanka, seperti dikutip dari buku Sunarto (1986).

Tanaman Porang memiliki ciri-ciri khusus sebagai berikut:

  • Batangnya biasanya berduri dan licin.
  • Batang Porang berwarna hijau dan ditutupi bintik-bintik putih.
  • Pada setiap permukaan batang terdapat gelembung-gelembung, atau orang biasa menyebutnya katak.
  • Bawang bombay memiliki bintil dan serabut halus dengan semburat kekuningan. Daunnya hijau muda dan lebar, runcing.

Kelebihan tanaman Porang adalah :

  • Dapat mencegah diabetes, peradangan dan penyakit jantung.
  • Biasanya dikonsumsi untuk tujuan diet.
  • Bahan baku untuk produksi produk industri.
  • Mengatasi peradangan.
  • Dapat mengurangi risiko kanker usus besar. Dapat digunakan untuk merawat kesehatan kulit. Dan lain-lain

Syarat Budidaya Tanaman Porang

Untuk membudidayakan porang perlu diketahui apa saja yang mendukung tanaman tersebut agar dapat tumbuh dengan baik. Di bawah ini adalah beberapa kondisi yang perlu Sobat Bangsa pertimbangkan ketika mengembangkan pertanian Porang.

  • Kebutuhan sinar matahari 60% – 70%
  • Struktur tanah gembur, pH tanah 67
  • Ditumbuhi jati, mahoni, sono atau pohon besar lainnya. 
  • Bibit Unggul Porang Garden Persiapan Lahan Pertama, bersihkan lahan dari semak belukar, ilalang dan gulma lainnya.
  • Buat lubang tanam dengan lebar 50 cm x dalam 25 cm. Jarak ideal antar lubang tanam adalah 50 cm. Kemudian siapkan benih dari umbi atau bawang yang sehat. Porang umumnya tumbuh secara vegetatif dan reproduktif (biji atau umbi/katak).
  • Katak adalah bintil berwarna coklat tua yang muncul pada akar atau tangkai daun tanaman porang. Umumnya, seekor katak seberat 1 kg dapat menampung hingga 100 katak. Lahan seluas 1 hektar membutuhkan sekitar 1.500 kg bibit umbi. Sedangkan bibit kodok membutuhkan sekitar 300 kg (jarak tanam 50 cm). Menurut laman Agricultural.go.id, benih yang sehat dapat ditanam satu kali hingga berumur tiga tahun dan kemudian dipanen setiap tahun tanpa menanam benih baru.

Cara Menanam Benih Porang

Porang paling baik ditanam pada bulan November sampai Desember selama musim hujan, ketika tanah gembur dan air tinggi. Kami merekomendasikan metode penanaman berikut.

  1. Satu lubang tanam diisi dengan satu benih/umbi sehat. Kecambah sedang bertunas sehingga kuncupnya dapat dengan mudah menembus tanah.
  2. Setelah benih terkubur, tutup lubang tanam dengan tanah halus setebal 3 cm.
  3. Jika tanah terlihat kering, siram secara teratur sampai terlihat kecambah. Sekitar 90% bibit Porang yang sehat telah berhasil ditanam. Secara umum, porang tidak memerlukan perlakuan khusus untuk berkembang biak, tetapi juga membutuhkan pemupukan dan perawatan yang teratur untuk meningkatkan kualitas umbi dan hasil yang maksimal.
  4. Gulma dan gulma harus disiangi dan dibersihkan untuk mengambil nutrisi tanaman tanpa mempengaruhi pertumbuhan Porang. Pupuk Porang Porang tidak membutuhkan banyak pupuk untuk berkembang. Pupuk kompos jenis ini dapat digunakan pada lubang tanam, sehingga pupuk tersebut dapat diberikan sebagai pupuk dasar pada awal penanaman.
  5. Selain itu, pemupukan setahun sekali dengan pupuk urea 10g/lubang dan SP 36,5g/lubang. Buat lubang kecil di sekitar pohon Porang, taburkan, dan tutup.
  6. Porang tumbuh dengan baik di tempat teduh dan terutama ditanam di sekitar tanaman tinggi. Tak heran jika tanaman ini banyak dimanfaatkan oleh para petani, seperti di tepi-tepi pohon jati. Porang dewasa tingginya mencapai 1,5 meter dan memiliki batang dan daun bergaris putih dan hijau. 
  7. Pemanenan Porang Umbi matang pertama Porang berumur lebih dari dua tahun. Bawang yang dapat dipanen biasanya memiliki berat sekitar 23 kg. Selain itu, Porang dapat dipanen setiap tahun tanpa disemai. Pertumbuhan tanaman ini sangat unik karena hanya tumbuh 5-6 bulan dalam setahun di musim hujan. Pada musim kemarau, setelah masa dorman, Porang tampak seperti daun mati. Umumnya panen porang dilakukan dengan memanen umbi besar saja pada bulan April hingga Juli. Biarkan umbi kecil di tempatnya karena akan tumbuh kembali sampai dapat dipanen pada tahun berikutnya.

Post a Comment

© Harian Bangsa. All rights reserved. Developed by Jago Desain